7 Fakta Fakultas Ilahiyat di Kampus Turki

sekolah kedokteran di TurkiFakultas Ilahiyat Turki – Teologi Islam atau yang dikenal dengan Ilahiyat dalam bahasa Turki adalah nama sebuah fakultas yang pendiriannya tak semulus peminatnya kini. Maraknya pelajar asing di Turki yang mempelajari Islam membuat kami ingin mengulas sedikit tentang sejarah berdirinya fakultas teologi Islam atau Ilahiyat yang hampir ada di semua universitas di Turki.

Sejarah Fakultas Ilahiyat

Sejarah dibentuknya fakultas Ilahiyat berawal dari visi pemerintah kala itu yang ingin menyatukan pemikiran modern dan ilmu keislaman di universitas-universitas di Turki di zaman kekhalifahan Utsmani.

Madrasan Fatih dan Sulaymaniye yang merupakan madrasah setelah penaklukan Konstatinopel oleh Sultan Muhammad Al Fatih di tahun 1453 tergantikan oleh madrasah Darul Funun di tahun 1846.

Darul Funun sendiri dimulai ketika zaman Sultan Abdul Hamid II yang mereformasi sistem madrasah dengan sistem universitas yang terdiri dari jurusan sains dan ilmu sosial.

Fakultas Kedokteran dan Hukum di Kampus Turki

Sistem pembelajaran Islam dengan pemikiran modern ini dimulai pada tahun 1864 dan hanya mampu bertahan hingga tahun 1877. Hingga tahun 1900-an, hanya dua fakultas yang mampu bertahan di berbagai universitas di Turki, fakultas tersebut adalah kedokteran dan hukum.

Ketika pada akhirnya banyak permintaan dari masyarakat untuk membuka fakultas baru yang mempelajari sastra, maka di tahun 1900, dibukalah fakultas sastra sebagai pendamping fakultas kedokteran dan hukum. Maka kuliah di Turki menjadi lebih variatif.

Fakultas Ilahiyat atau Teologi Berkembang

Pada tahun 1908, fakultas sastra mulai berbenah dan membagi fakultasnya menjadi empat jurusan. Jurusan tersebut adalah sastra murni, filsafat, sejarah dan geografi.

Di tahun 1908 pulalah, pakar pemikir Darul Funun bernama Emrullah Efendi membentuk ulang sistem pendidikan di Darul Funun dan mulai membaginya dalam lima fakultas. Fakultas-fakultas tersebut adalah Ulumi Ser’iye atau dikenal dengan ilahiyat, Ulumi Hukukiye atau hukum, Ulumi Tibbiye atau ilmu kedokteran, Funun atau sains dan Ulumi Edebiye atau sastra.

Pembagian Fakultas Ilahiyat di Turki

Setelah membagi ragam fakultas di universitas, Emrullah juga membagi Ilahiyat menjadi lima bagian. Hal ini dilakukan karena luasnya penjurusan dalam ilmu ilahiyat. Kelima jurusan tersebut adalah jurusan tafsir hadist, jurusan ilmu kalam yang mempelajari tentang tasawuf Arab sejarah kalam, jurusan filsafat alam tentang ilmu mantiq dan psikologi Islam, dan jurusan fikh yang mempelajari usul fikh dan ilmu khilaf.

Sayangnya, sistem perkuliahan ala Emrullah Efendi ini tidak berjalan dengan baik sehingga pada tahun 1919 keluarlah kebijakan tentang kelanjutan sistem ini yang hanya mempertahankan fakultas kedokteran, hukum dan sains . Adapun fakultas ilahiyat kembali ditiadakan.

fakultas ilahiyat di Turki

Peran Mustafa Kemal Attaturk di Kuliah Turki

Pasca kemerdekaan Republik Turki oleh Mustafa Kemal Ataturk di tahun 1923, Majelis Besar Rakyat Turki berinisiatif untuk membuka kembali fakultas ilahiyat. Pada tahun 1924, fakultas ilahiyat resmi dibuka dan berdampingan dengan fakultas-fakultas lain.

Masa pendidikannya pun diperpendek menjadi 3 tahun saja. Namun, lagi-lagi, ilahiyat yang dibuka pada tahun 1924 ini hanya mampu bertahan hingga tahun 1933 atau selama 9 tahun saja. Hal ini dikarenakan perombakan sistem pendidikan dari Darul Funun menjadi Universitas Istanbul.

Setelah sekian lama tidak ada fakultas ilahiyat di Turki, Majelis Besar Rakyat Turki kembali mencoba peruntungan dan membuka kembali fakultas ilahiyat. Resmi di tanggal 21 November 1949 yang bertepatan dengan ditututpnya Darul Funun selama 16 tahun, fakultas ilahiyat dibuka di Universitas Ankara.

Masa belajarnya pun ditambah menjadi lima tahun, dengan tahun pertama untuk kelas bahasa Arab. Bagi para pelajar yang sudah menguasai bahasa Arab, maka kelas bahasa tidak diwajibkan dan dapat langsung menyelesaikan kuliahnya selama empat tahun.

Fakultas Ilahiyat Mulai Marak dan Diburu

Hingga akhirnya menjamurlah peminat fakultas ilahiyat dari tahun 1949 hingga kini. Berbagai universitas mulai membuka fakultas ilahiyat kembali. Sebut saja seperti di universitas Ataturk, universitas Marmara di Istanbul, universitas Selcuk di Konya, universitas Erciyes di Kayseri, universitas Dokuz Eylul di izmir, universitas Uludag di Bursa dan universitas Ondokus Mayiz di Samsun. Itulah beberapa universitas pembangun fakultas ilahiyat pada awal kebijakan tersebut turun.

Islam pada akhirnya mulai tumbuh dan berkembang di Turki. Peradaban Islam yang sempat merajai Turki selama 600 tahun pun mulai dicari jejaknya. Kini, banyak sekali universitas di Turki yang membuka fakultas ilahiyat. Ini merupakan bukti bahwa ilmu Islam adalah kebutuhan hidup manusia juga, disamping ilmu-ilmu lainnya.

Inilah beberapa fakta fakultas dan kampus ilahiyat di Turki. Bisa dikatakan kalau di Indonesia disebut dengan kampus Agama. Hebatnya fakultas ilahiyat di Turki adalah dosennya yang berasal dari Timur Tengah, sekaligus juga dari belahan eropa. Hal ini membuat kuliah di Turki menjadi sangat variatif dan diminati seluruh dunia, terutama mahasiswa Indonesia yang kuliah di Turki.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *