Pahit Manis Kuliah di Turki

kuliah di turki
Mahasiswa Indonesia bergaul dengan mahasiswa Turki

Kuliah di Turki – Serunya melanjutkan studi di luar negeri membuat banyak pelajar yang berlomba-lomba pergi ke negara impiannya. Tak hanya Amerika Serikat, Inggris, Jerman atau Jepang saja yang menjadi incaran para pelajar, sebuah negara tempat asal bunga tulip bernama Turki juga tak luput dari perhatian.

Negara multikultural dengan sejuta pesona sejarahnya ini menyimpan banyak cerita bagi pelajar disana. Nah, seperti apa sih pengalaman yang didapat saat kuliah di Turki, berikut ulasannya untuk kamu.

Asrama atau rumah sewa untuk kuliah di Turki memang terbilang memiliki harga yang tidak murah. Kamu bahkan hampir tidak akan menemukan persewaan rumah kecil nan kumuh. Begitupun dengan asrama yang ada.

Rata-rata asrama di Turki juga dipatok dengan harga diatas 500 ribu rupiah perbulannnya. Namun, harga yang pricy ini setara dengan fasilitas yang akan kamu terima.

Bagi kamu yang memilih tinggal di asrama, maka semua fasilitas seperti kamar yang nyaman dengan kulkas di dalamnya, ruang belajar, fasilitas laundry room hingga pengamanan super ketat akan didapatkan.

Sedangkan bila kamu memilih rumah sewa, maka barang-barang di dalam rumah bisa kamu gunakan juga dengan menyertakan uang jaminan. Selain itu, rata-rata rumah di Turki menggunakan karpet di seluruh sisinya untuk membuat suasana lebih hangat. Nyaman kan? Maka tidak heran banyak yang ingin kuliah di Turki.

  • Bahasa Inggris Sangat Jarang Digunakan.

Masyarakat Turki memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang lemah. Rata-rata dari mereka lebih bangga berbahasa Turki, sehingga hanya sedikit universitas yang menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar kuliah.

Hal ini akan membantumu untuk bisa segera berbahasa Turki dengan fasih. Bila kamu cepat menguasai bahasa Turki, tentu kamu akan lebih mudah berinteraksi dengan masyarakat, mudah dalam berbelanja atau menggunakan transportasi umum.

Selain itu, kuliah akan lebih lancar karena kamu mampu memahami penjelasan dosen dengan baik. Nah kami punya tips untuk cepat belajar bahasa Turki, bisa dibaca di sini.

Marmara University
  • Indomie dan Boncabe Menjadi Dua Makanan Wajib.

Rasa makanan di Turki yang cenderung hambar tentu akan mempengaruhi selera makanmu. Belum lagi ditambah dengan kebiasaan masyarakatnya yang menurut pelajar asing cukup aneh, seperti mencampur nasi dengan yogurt atau kebiasaan meminum teh dan kopi pahit.

Masyarakat Turki memang tidak terbiasa dengan masakan penuh bumbu nan gurih atau pedas. Banyak para pelajar Indonesia yang akhirnya menambahkan boncabe atau membuat indomie untuk menambah nafsu makan.

Di kantin asrama, berbagai menu memang disediakan, untuk makanan manis dan rerotian manis seperti baklava, lidah Indonesia cukup bisa mentolerirnya. Namun, makanan lain seperti sup atau tumisan, rasanya cukup aneh sehingga perlu untuk menaburkan boncabe sebagai perasa.

Selain itu, tidak terdapat banyak street food di Turki, sehingga kamu perlu untuk menyetok snackmu sendiri di lemari. Ini pengalaman pahit paling banyak dirasakan mahasiswa Indonesia yang kuliah di Turki.

  • Tak Ada Skripsi Pada Semester Akhir.

Yap, kamu tidak akan mendapat tugas berupa skripsi pada akhir semester kuliahmu. Kamu akan mendapat tugas berupa laporan magang saja tepatnya, cukup mudah? Tidak juga. Laporan magang yang dibuat haruslah demikian detail dan teliti, sehingga sekalipun tidak sesulit skripsi, kamu tetap harus serius dan fokus dalam mengerjakannya.

Cerita tentang skripsi belum usai. Beberapa jurusan juga mewajibkan untuk membuat tugas akhir yang tantangannya tak kalah berat dengan skripsi. Walaupun tugas akhir ini tidak ada di semua jurusan, namun setidaknya, kamu perlu bersiap-siap dan mencari tahu sebanyak mungkin informasi di kampusmu tentang ada tidaknya tugas akhir pada jurusan yang kamu ambil.

Bagaimana? Indah bukan kuliah di Turki.

  • Organisasi Tiada Akhir.

Banyak yang berspekulasi, bahwa kuliah di Turki adalah tanpa organisasi. Memang di kampus-kampus Turki tidak ada BEM atau organisasi pelajar sejenisnya. Namun, jangan salah, di kampus, banyak sekali klub-klub yang bisa mengasah kreativitas, bakat, entrepreneurship, leadership, teamwork hingga segunung aktifitas volunteer.

Jangan takut untuk tidak memiliki aktifitas selain kuliah ya. Bila kamu cukup aktif dalam klub-klub yang ada, maka kamu juga akan mendapatkan nilai tambah dan penilaian baik oleh teman-teman ataupun para pengajar.

Bagaimana? Menarik bukan pengalaman kuliah di Turki? Bagi kamu yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, tak ada salahnya lho mulai mencari informasi tentang Turki dari sekarang. Selamat berjuang!

  • Agen Kuliah di Turki Bisa Membantu

Nah jika Anda belum memiliki banyak teman di Turki, maka disarankan untuk menggunakan agen kuliah di Turki seperti ECC. Karena agen kuliah tersebut akan menguruskan segala kebutuhan dasar selama satu tahun pertama di Turki.

Mulai dari asrama, bahkan kuliah, juga kursus bahasa yang digunakan. Sehingga mahasiswa sangat terbantu dengan kehadiran agen kuliah di Turki tersebut.

Jika ingin berkomunikasi bisa melalui ECC di

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *