Sekolah Kedokteran di Turki Sudah 3 Abad

sekolah kedokteran di TurkiSekolah Kedokteran di Turki

Sekolah Kedokteran di Turki – Dunia kedokteran bukanlah hal baru bagi negeri multikultural ini. Tercatat sekitar tiga abad yang lalu, Turki sudah memiliki sekolah atau madrasah kedokterannya.

Proses pendidikan di madrasah bernama Sulaimaniyah ini berlangsung cukup lama, salah satu lulusannya di zaman dahulu bernama Ahmed Ibrahim bahkan menempuh pendidikan hingga 15 tahun lamanya sebelum akhirnya ditugaskan di istana Turki.

Ahmed Ibrahim dan kawannya, seorang penulis terkemuka, Abbe Toderini yang tinggal di Istanbul pada tahun 1700-an menceritakan bahwa perkuliahan di Sulaimaniyah ini terbuka bagi siapapun yang ingin mengikuti materi dari dosen. Banyak mahasiswa dari Eropa yang berdatangan untuk melihat langsung materi dan praktikum yang diberikan oleh sang dosen.

Masa Emas Kedokteran Ibnu Sina

Maklum saja, Turki terkenal dengan salah satu tokoh kedokterannya bernama Ibnu Sina atau Avicenna. Hal ini pulalah yang membuat ilmu kedokteran di Turki menjadi salah satu kiblat kedokteran terbaik pada masa itu. Oleh sebab itu sekolah kedokteran di Turki sudah terpatik dari dulu.

Sejarah mencatat bahwa Turki dan kesultanannya yang benama Turki Utsmani mencapai gemilang peradabannya di era kepemimpinan Sultan Sulaiman. Tahun 1520 hingga 1566 adalah tahun-tahun dimana dunia memandang kagum pada semua perkembangan Turki.

Hingga pada kurun tahun 1550 – 1557, arsitek Turki terkemuka Mimar Sinan merancang bangunan Suleymaniye Kulliye atau yang dikenal dengan madrasan Sulaiman atas anjuran Sultan Sulaiman sendiri.

Tercatat dalam sejarah, bangunan madrasah Sulaiman merupakan kompleks bangunan terbesar dalam sejarah kesultanan Turki Utsmani. Arsitektur bangunan ini sebenarnya meniru bangunan sebelumnya yang juga ada di Istanbul benama Fatih Kulliye, namun, arsitek Mimar Sinan memperbarui polanya dan membuat konsep bangunan madrasah Sulaimaniyah jauh lebih unggul.

madrasah kedokteran di Turki

Sejarah Sekolah Kedokteran di Turki

Baik, kembali lagi pada fokus sekolah kedokteran di Turki di madrasah Sulaimaniyah. Pembangunan madrasah kedokteran ini menjadi titik awal dalam sejarah modernisasi institusi kedokteran di zaman Turki Utsmaniyah.

Didirikannya madrasah kedokteran membuat wewenang untuk belajar kedokteran tak lagi hanya dibawah bayang-bayang rumah sakit saja. Bahkan Sultan Turki Utsmani sendirilah yang membawahi berdirinya madrasah Sulaimaniyah. info lengkap di Wikipedia.com

Salah satu dokter di Eropa bernama Ubezio menceritakan, bahwa pengajaran di madrasah Sulaimaniyah sangat mudah difahami. Ia sudah berkali-klai mengikuti materi dosen dengan hanya mendengarkan saja.

Para pelajar juga sudah terbiasa fokus mendengar keterangan dosen dan melanjutkannya dengan membaca sebanyak mungkin literatur. Setelah itu, mereka akan belajar mengamati secara klinis berbagai macam penyakit dan mempelajari manfaat obat-obatan.

Kedokteran Islam di Turki

Madrasah kedokteran Sulaimaniyah yang memiliki bangunan lurus memanjang dengan 12 kubah diatasnya ini beroperasi selama kurang lebih tiga abad. Anak muda yang ingin menjadi dokter disebut talib dan para sarjana kedokteran disebut shaqirdi tabib.

Selama kurun waktu tiga abad tersebut, madrasah Sulaimanyah menjadi lembaga pendidikan yang mencetak lulusan kedokteran untuk hampir semua lembaga medis yang ada di Kesultanan Turki Utsmani.

Beberapa mahasiswa atau lulusan madrasah Sulaimaniyah seperti Osman Said Efendi, Abdulhak Molla dan Mustafa Behcet Effendi tercatat namanya sebagai pelopor modernisasi kedokteran di Turki. Selain mereka bertiga, tentu banyak lagi lulusan madrasah Sulaimaniyah yang berkiprah besar dalam dunia kedokteran Turki.

Tak hanya memiliki lulusan-lulusan yang dikenal pintar di zamannya, madrasah Sulaimaniyah juga memiliki banyak sekali dokter dengan sub spesialisasi di zaman itu. Bayangkan, pada tahun 1500 an, sudah bertebaran dokter dengan spesialisasi syaraf, orthopaedi atau pertulangan, bedah, gigi, organ dalam dan lain sebagainya.

Hal ini menandakan bahwa ilmu kedokteran di Turki sangat maju kala itu dan dapat bersaing dengan majunya ilmu kedokteran saat ini.

Melimpahnya Dokter di Turki

Dengan banyaknya dokter dan banyaknya rumah sakit yang berdiri, Turki kala itu tak memiliki banyak masalah yang berarti dalam dunia kesehatan. Masyarakat Turki pun menjadi masyarakat yang melek ilmu pengetahuan dan peradaban.

Sayangnya, selepas perang dunia 1, madrasah Sulaimaniyah dialihfungsikan sebagai madrasah yang membawahi semua institut di Turki sehingga terjadi kelimpungan manajemen. Praktis setelah itu, kegiatan perkuliahan kedokteran menjadi terganggu.

Setelah sempat mengalami restorasi pada tahun 1914, bangunan madrasah Sulaimaniyah dialihfungsikan kembali sebagai tempat tinggal orang-orang yang tidak memiliki rumah pasca perang dunia.

Sejak tahun 1946, bangunan mulai dipugar penuh dan digunakan sebagai klinik bersalin yang diberi nama Suleymaniye Dogum Ve Cocuk Bakimevi. Oleh sebab itu kedokteran di Turki memiliki masa keemasan yang panjang, juga memiliki sejarah yang tidak bisa dilupakan.

Bagi Anda yang ingin kuliah kedokteran di Turki, caranya cukup mudah, Anda bisa sekadar bertanya, atau mendaftar melalui ECC, konsultan pendidikan di Turki.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *